Dies Natalis ke-27 Universitas Pramita Indonesia, Rektor: Indonesia Akan Kekurangan Sarjana Pada 2024-2025

0
171
Rektor Universitas Pramita Indonesia Karawaci, HM Arifin Daulay. (Foto: ninenews.id)

9NEWS- Indonesia akan mengalami defisit lulusan sarjana pada tahun 2024-2025. Hal tersebut imbas dari pandemik Covid-19 selama 2 tahun terakhir. Menurut Rektor Universitas Pramita Indonesia Karawaci, Tangerang, HM Arifin Daulay, efek Covid-19 selama dua tahun teralhir telah merubah ekonomi, psikologis hingga pola pikir masyarakat.

Efek pandemik covid-19, tegas Arifin, masih terasa sehingga mengubah paradigma berfikir di masyarakat. Dimana sektor pendidikan tinggi tidak lagi menjadi prioritas. Karena masyarakat secara keseluruhan baik secata langsung maupun tidak terkena hantaman ekonomi.

“Efeknya, sekolah tinggi bukan menjadi prioritas karena masyarakat masih berfikir untuk bertahan hidup,” ujar Arifin Daulay saat memberikan sambutan di acara Dies Natalis ke-27 Universitas Pramita Indonesia Karawaci, Selasa (15.06/2021).

Menurut pakar Hukum itu, imbas dari kurang minatnya meneruskan ke jejang pendidikan lebih tinggi akan terasa dan menjadi pukulan telak bagi negara. Bagaimana tidak, lanjutnya, pada 4 atau 5 tahun kedepan negara akan mengalami defisit lulusan sarjana. “Padahal, pada tahun 2024-2025, negara Indonesia tengah berupaya memperbaiki semua sektor akibat hantaman pasca pandemik Covid-19,” ungkapnya.

Efek domino pun terjadi akibat defisit sumber daya manusia (SDM) itu, maka arus masuk tenaga kerja asing akan semakin deras ke Indonesia. “Walhasil, masyarakat Indonesia akan menjadi budak di negaranya sendiri akibat tidak mempersiapkan SDM.

Karena itu, menurut Arifin Daulay, hingga kini pihak Universitas Pramita Indonesia (Unpri) Karawaci terus mengedukasi hingga keseluruh sekolah bahwa pendidikan tinggi saat ini penting. “Tidak ada alasan saat ini bagi lulusan sekolah untuk tidak melanjutkan ke perguruan tinggi dari program beasiswa hingga kuliah gratis pun disiapkan. Asal ingin melanjutkan ke perguruan tinggi pihak Unipri akan bantu,” jelasnya

Karena efek pandemik Covid-19 akan terus terasa hingga 8 tahun kedepan. “Jangan sampai saat negara ini berbenah masyarakat menjadi penonton akibat SDM yang belum siap,” tegasnya.(RED)


BAGIKAN BERITA :