Kemenkes: Butuh Dua Kali Vaksinasi, Sekali saja Belum Aman Covid-19

0
24

9NEWS- Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 menyebut vaksin Covid-19 membutuhkan dua kali dosis penyuntikan. Selain itu, butuh waktu satu bulan untuk menciptakan kekebalan yang efektif bagi tubuh.

Dalam laman resminya juga disebutkan suntikan pertama ditujukan memicu respons kekebalan awal, sedangkan suntikan kedua untuk menguatkan respons imun yang terbentuk.

“Untuk membentuk penguat tersebut, vaksin memerlukan waktu 14-28 hari sejak suntikan kedua untuk membentuk sistem penguat tersebut menjadi lebih optimum, supaya memberikan perlindungan yang maksimal,” demikian seperti dikutip laman Satgas Covid-19, Selasa (26/01/2021).

“Saat seseorang dinyatakan positif setelah vaksinasi, itu artinya saat divaksinasi seseorang tersebut sudah terpapar dan terinfeksi covid-19 dan sedang dalam masa inkubasi,” sambungnya.

Sementara dikutip dari laman resmi Kemenkes, vaksin Covid-19 Sinovac telah teruji keamanan, mutu, khasiat dan kehalalannya.

Vaksin ini dikembangkan menggunakan metode inactivated vaccine, yang telah terbukti aman, tidak menyebabkan infeksi serius serta hampir tidak mungkin menyebabkan seseorang terinfeksi.

“Perlu dipahami bersama meskipun kita sudah divaksinasi Covid-19 masih ada risiko terpapar virus Covid-19, namun tentunya diharapkan vaksin ini akan dapat mengurangi kemungkinan sakit,” ungkap Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes, Siti Nadia Tarmidzi.

Berikut penjelasan lengkap tentang mengapa tetap bisa positif Covid-19 meski sudah vaksinasi:

  1. Vaksinasi Covid-19 membutuhkan dua kali dosis penyuntikan dan perlu waktu satu bulan untuk ciptakan imunitas.
  2. Suntikan pertama dilakukan untuk memicu respons kekebalan awal dan suntikan kedua untuk menguatkan repons imun yang telah terbentuk.
  3. Vaksin membutuhkan waktu 14-28 hari setelah penyuntikan kedua untuk membangun jumlah antibodi yang optimum supaya memberikan perlindungan yang maksimal.
  4. Vaksin Sinovac adalah vaksin yang berisi virus mati atau inactivated jadi hampir tidak mungkin menyebabkan seseorang terinfeksi.
  5. Bila seseorang dinyatakan positif setelah vaksinasi, artinya sudah terpapar virus Covid-19, tapi tidak menunjukkan gejala.
  6. Yang diharapkan setelah vaksinasi adalah tes antibodi menjadi reaktif, artinya kekebalan telah terbentuk.
  7. Adanya program vaksinasi tidak menghilangkan kewajiban untuk menjalankan protokol kesehatan, karena selain tetap harus menjaga diri juga masih dibutuhkan waktu bersama-sama bagi seluruh masyarakat Indonesia untuk bisa menciptakan kekebalan kelompok (herd immunity).(TYO)

BAGIKAN BERITA :