Menilik Potongan Hukuman Koruptor Romahurmuziy dan Para Kades

0
56

9NEWS- Potongan hukuman mantan Ketum PPP Romahurmuziy (Rommy) menjadi 1 tahun, denda Rp100 juta, subsider 3 bulan kurungan yang diberikan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta, menuai sorotan.

Korting hukuman bagi terpidana kasus suap sekitar Rp300 juta terkait jual beli jabatan di lingkungan Kementerian Agama (Kemag) ini dinilai mencoreng rasa keadilan bagi masyarakat.

Pengadilan Tipikor Jakarta sebelumnya memvonis Rommy hukuman 2 tahun pidana penjara dan denda Rp100 juta subsider 3 bulan lantaran terbukti menerima suap secara bertahap senilai Rp255 juta dari mantan Kakanwil Kemenag Jawa Timur Haris Hasanuddin.

Dia juga terbukti menerima uang dari mantan Kepala Kantor Kemenag Gresik Muafaq Wirahadi sebesar Rp50 juta. Rommy kemudian mengajukan banding atas vonis tersebut hingga dikabulkan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta.

Vonis ringan diberikan PT DKI Jakarta dianggap aneh. Lantaran jika dibandingkan, banyak kasus korupsi lebih ringan dari Rommy namun mendapatkan hukuman berat.

Sementara itu, peneliti ICW Tama S Langkun menilai vonis ringan diberikan PT DKI Jakarta semakin memperlihatkan terjadi ketimpangan putusan ketika pengadilan menghadapi tingkat bawah dan atas. Dia mengambil contoh kasus kepala desa Hambuku, Kabupaten Hulu Sungai Utara yang melakukan korupsi Rp43,4 juta menerima hukuman 4 tahun penjara.

Hal serupa dialami Parno, mantan Kepala Desa Paya Itik, Galang, Deli Serdang, Sumut. Parno harus membayar mahal perbuatannya mengorupsi dana pembangunan desa Rp31 juta. Dia dijatuhi hukuman sama, bahkan lebih tinggi, dari koruptor yang merugikan negara bermiliar rupiah.

Majelis hakim yang diketuai Didik Handono menjatuhi Parno dengan hukuman 3 tahun penjara. Laki-laki ini juga dihukum membayar denda Rp50 juta subsider 3 bulan kurungan. Parno juga diwajibkan membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp24 juta. Jika tidak membayar, harta bendanya akan disita dan dilelang. Seandainya hasil lelang tidak mencukupi, dia dipidana 3 bulan penjara.(TYO)


BAGIKAN BERITA :