Pertama di Indonesia, Bandara Silampari Pilot Project Drone Cargo

0
1270
Iwan RH, Ketua 1 KPP Buputa
Iwan RH, Ketua 1 KPP Buputa

9NEWS – Perkembangan teknologi yang semakin berkembang, turut membuat berbagai kalangan mengeluarkan sebuah konsep moda angkutan barang lewat udara melalui pesawat tanpa awak atau Drone Cargo.

Moda angkutan barang melalui udara dengan teknologi Drone Cargo ini menjadikan salah satu wilayah Bandara di Sumatra, yaitu Bandara Silampari sebagai Pilot Project pertama di Indonesia yang rencananya akan digunakan sebagai home base untuk angkutan udara barang dengan menggunakan pesawat Drone.

Inisiasi dalam pelaksanaan Drone Cargo di Bandara Silampari salah satunya adalah Komunitas Pemilik Pengguna Bandar Udara Pesawat Udara Tanpa Awak ( KPP Buputa ). “Bandara Silampari merupakan wilayah yang sangat strategis untuk Pilot Project Drone Cargo ( pesawat tanpa awak pembawa barang ), karena wilayah yang mendukung dengan sepenuhnya direspon pemangku kebijakan daerah dan Kepala Bandara Silampari,” ujar Iwan RH, Ketua 1, KPP Buputa, Sabtu (26/06/2021).

Iwan menjelaskan, penggunaan Drone Cargo ini selain punya nilai secara ekonomi bisnis, juga penggunaan perangkat teknologi masa depan yang jelas akan berdampak positif bagi dunia usaha, terutama angkutan produk – produk yang tidak terjangkau pada moda angkutan konvensional seperti sekarang.

Teknologi pesawat Drone Cargo sangat potensial untuk menjadi nilai tambah bisnis ekonomi bagi pelaku usaha dimasa depan. Drone Cargo ini juga dapat menjangkau wilayah – wilayah yang selama ini tidak terjangkau oleh kendaraan angkutan barang,” katanya.

Iwan menambahkan, bandara Silampari ini akan menjadi percontohan Drone Cargo bandara se Indonesia bisa nanti benar terlaksana, tinggal kajian teknis dan regulasi wilayah saja untuk mewujudkan impian pengunaan teknologi dalam angkutan barang tanpa awak, ujar Iwan yang juga merupakan lulusan PLP Curug tersebut.

Kepala Kantor UPBU Silampari, M. Mega Herdiyansya mengatakan, keadaan dunia penerbangan sedang mengalami penurunan kegiatan selama pandemi, dan ini berimbas pada proses pengiriman logistik dengan adanya isu penyebaran virus corona melalui kontak manusia yang mana pola pengiriman cargo secara konvensional masih bercampur dengan proses tatap muka.

Konsep Drone cargo menjadi salah satu peluang penanganan cargo di masa depan yang digunakan untuk berbagai kepentingan seperti keperluan agribisnis, tujuan kesehatan, pemadaman kebakaran,” ujar Mega.

Mega menambahkan, adanya kesepakatan bagaimana penggunaan drone cargo ke depan antara CWT Singapura selaku penyedia Drone, BUPUTA selaku penyedia informasi terkait Bandar Udara Tanpa Awak, Pemerintah Daerah, BUMD selaku pelaku usaha daerah dan Rumah Sakit sebagai pengguna. “Ini akan berprospek sebagai tembahan teknologi dalam rangkuman berbagai kegiatan baik secara bisnis ekonomi maupun industri teknologi masa depan dalam pelayan publik,” tutur Mega. ( RED )


BAGIKAN BERITA :