Walikota Tangsel Siapkan Bantuan Dana Untuk Perantau Saat PSBB

0
64
Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmy Diani tengah menyiapkan skema bantuan untuk perantau yang berada di Kota Tangsel.

9NEWS- Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Airin Rachmi Diany menyebut, pihaknya segera memberikan solusi bagi para perantau yang tak lagi berpenghasilan dan kini juga tak bisa pulang ke daerah asalnya.

“Kita akan intervensi, kita akan siapkan programnya seperti apa yang pasti tak boleh tumpang tindih (dengan program lain),” kata Airin, Rabu (29/04/2020).

Airin menjamin, penyaluran bantuan ini akan transparan. “Kalau kita ada penyerahan, penyerahan barangnya kemana, atau kalau ada bentuk uang kita akan kirim melalui transfer,” kata Airin.

Bantuan itu, imbuhnya, akan disalurkan dengan dana Corporate Social Responsibility (CSR). Namun, Airin mengakui dana itu sudah ada, namun penyalurannya terlambat karena pemerintah ingin memastikan akuntabilitas.

“Saya paham. Setelah ini kami pemerintah, kota, provinsi maupun pusat pasti harus mempertanggungjawabkan,” kata Airin.

Diberitakan sebelumnya, mahasiswa bernama Komar (23) mencurahkan hatinya. Warga Madiun, Jawa Timur itu tak bisa pulang kampung. Saat ini, dia tengah menimba ilmu di Universitas Pamulang (Unpam).

Dia pun bingung karena dia tidak bisa mudik. Pemerintah pusat mengeluarkan larangan mudik bagi mereka yang berasal dari wilayah yang menerapkan Penerapan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Di sisi lain, Komar yang tinggal di kontrakan di kawasan Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel) kini tengah gusar lantaran otoritas kampus pun kini tak menghentikan aktivitas perkuliahan dan menggantinya dengan sistem perkuliahan online.

Tak hanya persoalan kampus, dia juga khawatir jika kehabisan uang.

Mahasiswa semester akhir ini mengatakan, bahwa dirinya ingin sekali pulang kampung agar situasi hidupnya tak terus-menerus seperti bertaruh. “Saya di sini khawatir, kalau saya sampai kehabisan uang, kan gak mungkin dibantu pemerintah sini, saya kan KTP -nya Madiun,” kata komar.

Di sisi lain, Komar juga tak berharap bantuan pemerintah jika dia masih bisa mendapat pekerjaan. Namun kini kerja panggilan untuk memasang furnitur mulai berkurang. “Ya masalahnya itu, pulang kan katanya didenda,” kata Komar.(RED)


BAGIKAN BERITA :