Data Sementara 4.000 KK Terdampak Banjir di Tangsel

0
76

9NEWS – Beberapa wilayah Tangsel tergenang banjir, banyak masyarakat yang rumahnya terendam dan tidak bisa menyelamatkan barang berharganya.

Wakil Walikota Tangsel, Benyamin Davnie yang terjun langsung memantau kondisi banjir di wilayah Tangsel menyebut, jika bencana banjir kali ini menjadi yang paling parah.

Ini banjir paling parah selama ini. Tersebar rata di tujuh kecamatan. Biasanya enggak semua di tujuh kecamatan seperti ini,” kata Benyamin, Kamis (02/01/2020).

Menurut pria yang biasa disapa Bang Ben ini data yang diterima hingga saat ini, setidaknya terdapat lebih dari 4.000 kepala keluarga (KK) yang menjadi korban rendaman air di wilayah Tangsel.

Dari tujuh kecamatan yang terendam banjir, paling parah terjadi di Kecamatan Setu, yaitu di Perumahan Pesona Serpong. Diketahui banjir yang terjadi di Pesona Serpong mencapai atap rumah menimpa 250 KK.

Saat ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel telah mengintruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menyalurkan logistik kepada korban bencana banjir ini.

Untuk beli makanan siap saji dan langsung didistribusikan untuk makan malam dan sarapan nantinya,” ujarnya.

Selain itu, ia pun memerintahkan jajarannya untuk mendata keperluan lain yang dibutuhkan korban.

Kita juga sudah kerahkan kekuatan yang kita miliki, BPBD, kemudian Damkar, dan semua elemen terkait. PMI, Puskesmas juga saya cek sudah siap. Posko pengungsian, dan dapur umum pun telah disediakan,” terang Benyamin.

Diketahui, banjir Tangsel menimpa tujuh kecamatan dengan rincian titik banjir yakni Kecamatan Pamulang terdapat sembilan titik banjir, menyebabkan sekitar 965 KK menjadi korban. Sedangkan, Kecamatan Ciputat terdapat empat lokasi yang terendam banjir, dengan korban yang terdampak mencapai 1.750 KK.

Selanjutnya, banjir yang menimpa dua titik di Kecamatan Pondok Aren membuat sekitar 640 KK yang menjadi korban dampak banjir. Kecamatan Serpong Utara terdapat satu titik, yakni Vila Mutiara dengan sekitar 1.400 KK yang terdampak.

Sementara, untuk Kecamatan Serpong, belum terdata jumlah KK yang terdampak. Baru dilaporkan terdapat dua titik banjir. Hal itu serupa dengan Kecamatan Ciputat Timur. Dari satu titik banjir, belum terdata jumlah KK yang terdampak banjir. (SUK)


BAGIKAN BERITA :